
Kelas pengkaderan bertujuan untuk menyiapkan para kader yang akan memimpin yayasan atau sekolah di masa yang akan datang. Mengapa perlu kelas pengkaderan? Banyak sekolah Islam yang bercita-cita menghasilkan pemimpin, tapi lupa untuk menyiapkan pemimpin masa depan yayasan dan sekolahnya.
Hal ini sangat berbahaya, jika pada waktunya yayasan dan sekolah mengalami krisis kepemimpinan. Krisis kepemimpinan di yayasan dan sekolah bukan hanya berdampak pada sulitnya mencari orang yang siap memimpin, tapi juga akan sulit mewariskan visi dan misi yang selama ini diperjuangkan.
Kelas pengkadaderan memiliki dua sasaran utama kompetensi kepemimpinan, dan komitmen untuk meneruskaan perjuangan sekolah dan yayasan. Sasaran pratama yaitu untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan masa depan yayasan da sekolah. Memimpin yayasan dan sekolah di masa depan tentu sangat berbeda dengan saat ini apalagi di masa lalu.
Sasaran yang kedua yaitu lahirnya sumber daya manusia yang memiliki komitmen untuk mewarisi dan memperjuangkan visi misi yayasan dan sekolah agar tetap konsisten dan berkembang di masa depan.
Mereka perlu ditumbuhkan rasa memiliki, kemauan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas dakwah dibidang pendidikan, dan memiliki keyakinan dan langkah nyata untuk berkontribusi. Dengan demikian maka keberlangsungan visi dan misi yayasan dan sekolah akan lebih terjamin karena proses pergantian kepemimpinan dari waktu ke waktu akan berjalan dg baik.
Untuk mewujudkan gagasan kelas pengkaderan, berikut beberapa langkah yang bisa menjadi alternatif:
- Membuat kelas khusus pengkaderan di jenjang SMP atau SMA, 1 kelas putra dan 1 kelas putri. Kita bangun branding kelas pengkaderan ini sebagai kelas yang unggul seperti kelas RSBI, saat pemerintah masih memberlakukan dulu.
- Para calon wali murid yang sudah diterima dikumpulkan untuk disampaikan gagasan besar ini, agar mereka memahami dengan harapan memberikan dukungan dan setuju jika anaknya terpilih untuk di kelas pengkaderan. ( Dulu saat ada Kelas RSBI, wali murid bangga jika anaknya diterima di kelas RSBI, bukan di kelas reguler)
- Setelah itu dilakukan seleksi terhadap siswa yang sudah diterima seleksi calon siswa baru, melalui wawancara untuk memastikan mereka yang layak di kelas pengkaderan.
- Menyusun kurikulum dan silabus pembelajaran, training, pelatihan, dan rencana kerja dakwah selama mereka dalam pendidikan.
- Memilih guru dari guru yang sudah ada, yang memiliki kapasitas tinggi, serta komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan dan dakwah, termasuk mempertimbangkan kondisi keluarganya agar nanti dalam menjalankna tugas-tugas pengkaderan secara psikologi tidak memiliki hambatan keluarga
- Strategi pelaksanaannya diantaraanya yaitu, dilakukan percepatan penyelesaian materi akdemik menjadi 2 tahun (seperti kelas akselerasi), dan ini mungkin karena siswa dan guru di kelas pengkaderan sudah pilihan. Dengan hemat waktu 1 tahun, kita dapat manfaatkan untuk program pengkaderan. Tentu hal ini akan semakin efektif jika siswa di kelas pengkaderan tinggal di asrama, sehingga program-program pengkaderan akan lebih sistematis, efektif, dan efisien.
Kelas pengkaderan, tentu bukan suatu variabel tunggal, baik dalam pelaksanaannya maupun output dan outcomenya. Manfaat dari kelas pengkaderan ini, bukan hanya untuk kebutuhan sekolah dan yayasan, namun juga akan memberikan dampak yang luas pada siswa yang memilih kelas pengkaderan ini.
Kompetensi kepemimpinan, kemampuan melihat masa depan, komitmen dalam organisasi pada dasarnya adalah modal sukses masa depan dimanapun kiprah itu akan dilakukan.
Untuk itu kelas pengkaderan ini dapat diperluas jangkauan daan manfaatnya. Barangsiapa yang membaca tulisan ini mungkin akan terinspirasi dengan idenya, namun barang siapa yang lebih dulu memulainya, maka dia akan menjadi yang pertama menikmati hasilnya.